Rabu, 30 April 2014

Kerajaan Kalingga/Holing



hello jumpa lagi dengan postingan saya yang selanjutnya....
disini saya akan mengpdate tentang materi sejarah indonesia untuk kelas X, yaitu kerajaan kalngga atau holing...
yuuuukkkkkk Comeon!! di cek cek cek!! hehe
jangan lupa tinggalin jejak setelah membaca. thankyouu <3 ({})



KERAJAAN KALINGGA/HO-LING

A.      AWAL BERDIRI
Asal mula penyebutan holing, nama holing sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan dengan mulai meluasnya kekuasaan wangsa sailendra. Sebelum perluasan ini, berita cina dari dinasti sung awal (420-470 m) menyebut jawa dengan sebutan she-po’o, akan tetapi kemudian berita-berita cina dari dinasti tang (618-906 m) menyebut jawa dengan sebutan ho-ling sampai tahun 818. Namun penyebutan jawa dengan she-po’o kembali muncul pada 820-856 m. (Marwati Djoened Poespnegoro & Nugroho Notosusanto, 1984:93).

B.      SUMBER SEJARAH
Nama kerajaan holing sempat tercatat dalam kronik dinasti t’ang yang memerintah cina
Pada 618-906 M. menurut catatan kronik tersebut, penduduk holing biasa makan tanpa menggunakan sendok atau cupit, melainkan dengan jari-jari tangannya saja, dan gemar minum semacam tuak yang mereka buat dari getah bunga pohon kelapa (aren). Ibukota kerajaan holing dikelilingi pagar dari kayu. Raja mendiami istana yang bertingkat dua yang beratapkan daun palma. Raja duduk di atas bangku yang terbuat dari gading. Mempergunakan juga tikar yang terbuat dari kulit bambu. Dicatat juga bahwa holing memiliki bukit yang di sebut  Lang-pi-ya, yang sering dikunjungi raja untuk melihat laut. (proyek penelitian dan pencatatan kebudayaan daerah 1978:50)
                Mengenai kerajaan holing terdapat sumber lain selain dari sumber kronik dari dinasti tang, seorang pendeta budha bernama I-Tsing , menyatakan bahwa dalam 664 M telah dating seorang pedeta bernama Hwi-Ning di holing, dan tinggal disitu selama 3 tahun. Dengan bantuan pendeta holing, Inanabhadra, ia menerjemahkan berbagai kitab suci agama budha hinayana. (Soekmono, 1973:37)

C.      LETAK KERAJAAN HOLING
Ada dua sumber cina yang berasal dari dinasti T’ang memberikan arahan tentang kerajaan holing, kedua versi tersebut yaitu berita cina Ch’iu-tang dan H’sin T’ang shu. Kedua versi berikut memberikan tentang holing sebagai berikut: “Ho-ling yang juga disebut She-po’o terletak di lautan selatan. Sebelah timurnya terletak di P’o-li dan disebelah baratnya terletak to-p’o-teng. Disebelah selatannya ialah lautan dan disebelah utaranya ialah Chen-la” (Marwati dan Nugroho, 1984:93).
Dalam berita-berita tionghoa dari zaman pemerintahan raja-raja T’ang (618-906 M) ada disebut nama kerajaan kalingga atau holing. Letaknya di jawa tengah. Tanahnya sangat kaya, dan di situ pula ada sumber air asin. Serta rakyatnya hidup makmur dan tentram. (Soemono 1973:36)
Sumber lain menyebutkan sebuah analisa berdasarkan sumber cina. Prof. NJ. Kroom berpendapat bahwa pada akhir abad ke VII ada sebuah ratu yang memegang tampuk pemerintahan. Prof. NJ. Kroom menunjuk bahwa letak kerajaan holing berlokasi di jawa tengah. Jika memadukan pendapat Prof. NJ. Kroom dan kronik dari dinasti tang yang menyebut bukit Lang-pi-ya untuk melihat laut, maka besar kemungkinan holing berada disekitar pesisir atau di jawa tengah bagian pesisir utara. Penyelidikan DRS. Pitono menyimpulkan bahwa kerajaan holing kemungkinan terletak antara pudakpayung-salatiga. (proyek penelitian dan pencatatan kebudayaan daerah 1978:51.
                Tentang Lang-pi-ya disebutkan oleh penulis Hsin-tang-su, bahwa disana apabila pada pertengahan musim panas orang mendirikan gnomon setinggi 8 kaki, bayangannya akan jatuh disebelah selatannya dan panjangnya dua kaki empat inci. Berdasarkan panjang bayangan yang jatuh dari tingginya gnomon tersebut, bisa dihitung bahwa letak holing berada pada 6® 8’ LU. Dilihat dari perkiraan tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa letak kerajaan holing tidak di jawa. Akan tetapi penulis Hsin-tang-su tersebut telah membuat dua kekeliruan. Pertama, semestinya penghitungan bayangan dilakukan pada pertengahan musim dingin. Kedua, jatuhnya bayangan ada di sebelah utaranya. Jika pembenaran ini bisa diterima, maka letak holing berada di 6® 8’ LS, jadi di pantai utara pulau jawa. Koreksi tersebut sesuai dengan lokalisasi Lang-pi-ya yang terletak di desa krapyak dekat gunung lasem. (Marwati & Nugroho 1984:95)
D.      SILSILAH RAJA ATAU RATU
1.       Ratu Shimo (pemerintahan)
Pada 674-675 M (tepatnya tahun 674 M) rakyat holing memilih dan mengangkat seorang ratu bernama Si-mo. Konon ratu itu memerintah dengan sangat kerasnya, namun bijaksana. Sehingga holing menjadi Negara yang aman. Pemerintahan ratu shimo ditandai oleh terlaksananya pemerintahan dengan segala disiplin tinggi. Pertauran ditegakkan dengan sebenar-benarnya. Ada sebuah kisah yang menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan dikerajaan holing. Ada seorang raja yang bermaksud untuk menyerang holing. Dia terlebih duu mencoba mengamati situasi kerajaan holing dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas ditengah jalan. Konon warga holing terkenal dengan kejujurannya, bahkan barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. Raja tersebut bernama Ta-shih. Selama 3 tahun barang tersebut aman dijalan dan secara tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. Maka ratu memerintahkan untuk menghukum mati putra mahkota,  tetapi para menteri mohon ampun padanya dan keputusan diubah dengan memotong kakinya, karena kakinya yang bersalah. Tak berhenti sampai disitu saja, para mentri juga memohon ampun lagi sehingga hanya jari-jari kakinya saja yang dipotong. Mengetahui hal itu raja Ta-shih mengurungkan niatnya untuk menyerang kerajaan holing. Raja tinggal di kota She-po’o. tetapi leluhurnya yang bernama ki-yen telah memindahkan pusat kerajaannya ketimur. Kekota p’o-lu-chia-ssu. Disekeliling she-po’o terdapat 28 kerajaan kecil yang tunduk pada she-po’o. menurut berita dari ying-huan-tche-lio, perpindahan tersebut terjadi pada masa t’ien pao tahun 742-775 M. (Marwati & Nugroho 1984:95)

E.       MASA KEJAYAAN
Pada tahun 674 M, kerajaan kalingga atau holing diperintah oleh seorang raja putri yng bernama ratu sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal dipemerintahan kerajaan holing. Dibawah kekuasaan ratu shima ini, kerajaan kalingga/holing mengalami masa kejayaan. Pada saat itu, semua rakyat hidup tentram dan makmur. Mereka tunduk dan patuh terhadap segala perintah ratu sima, bahkan tidak ada seorang pun atau bahkan pejabat kerajaan yang berani melanggarnya.
Pada suatu hari, ada seorang raja yang sangat penasaran dengan kejujuran rakyat holing. Raja itu bernama raja tache. Ia berkeinginan untuk menguji kejujuran rakyat holing. Untuk membuktikannya, raja tache mengirimkan utusan ke holing. Utusan tersebut diperintahkan untuk meletakkan pundi-[undi emas secara diam-diam ditengah jalan dekat keramaian pasar. Tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh pundi-pundi emas tersebut selama 3 tahun lamanya. Namanu, pada suatu hari sang putera mahkota sedang berjalan-jalan melewati pasar tersebut. Ketika sedang berjalan, kaki putera mahkota tidak sengaja menyenggol pundi-pundi emas. Salah seorang warga melihat kejadia itu dan ia melaporkan kepada pemerintah kerajaan. Lapiran tersebut terdengar oleh ratu sima.  Ia langsung memerintahkan kepada hakim untuk membeunuh anaknya sendiri. Ratu sima menganggap kejadian itu sebagai tindakan kejahatan pencurian. Beberapa patih kerajaan tidak setuju dengan keputusan yang diambil ratu sima. Mereka mengajukan pembelaan untuk putera mahkota kepada ratu sima. Mereka memita agar putera mahkota tidak dibunuh, melainkan hanya dipotong kakinya saja. Pembelaan patih kerajaan dietujui oleh ratu sima. Oleh karena itu, untuk menebus kesalahan kaki putera mahkota  dipotong.

F.       MASA KERUNTUHAN
Keruntuhan kerajaan holing teradi pada tahun 752, Karena kerajaan holing menjadi wilauah taklukan sriwijaya di karenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan peragangan hindu, bersama malayu dan tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan perdagangan  sriwijaya-buddha.

G.     MATA PENCAHARIAN
Kerajaan holing mempunyai hasil bumi berupa kulit penyu, emas dan perak, cula badak dsn gading. Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug. Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut sebagai bledug tersebut.

H.      KEAGAMAAN
Salah satu sumber yag berbicara tentang keagamaan kerajaan holing adalah sumber cina yang berasal dari catatan perjalanan I-Tsing, seorang pendeta agama budha dari cina dan kronik dinasti sung. Dikatakan bahwa pada 664-667 M, pendeta budha cina bernama Hwu-Ning dengan pembantunya Yun-ki.


TERIMAKASIH atas kunjungannyaaaaaaaaa=))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar