hello jumpa lagi dengan postingan saya yang selanjutnya....
disini saya akan mengpdate tentang materi sejarah indonesia untuk kelas X, yaitu kerajaan kalngga atau holing...
yuuuukkkkkk Comeon!! di cek cek cek!! hehe
jangan lupa tinggalin jejak setelah membaca. thankyouu <3 ({})
KERAJAAN KALINGGA/HO-LING
A.
AWAL BERDIRI
Asal mula
penyebutan holing, nama holing sebenarnya muncul ketika terjadi perubahan
dengan mulai meluasnya kekuasaan wangsa sailendra. Sebelum perluasan ini,
berita cina dari dinasti sung awal (420-470 m) menyebut jawa dengan sebutan
she-po’o, akan tetapi kemudian berita-berita cina dari dinasti tang (618-906 m)
menyebut jawa dengan sebutan ho-ling sampai tahun 818. Namun penyebutan jawa
dengan she-po’o kembali muncul pada 820-856 m. (Marwati Djoened Poespnegoro &
Nugroho Notosusanto, 1984:93).
B.
SUMBER SEJARAH
Nama kerajaan holing sempat
tercatat dalam kronik dinasti t’ang yang memerintah cina
Pada 618-906 M. menurut catatan
kronik tersebut, penduduk holing biasa makan tanpa menggunakan sendok atau
cupit, melainkan dengan jari-jari tangannya saja, dan gemar minum semacam tuak
yang mereka buat dari getah bunga pohon kelapa (aren). Ibukota kerajaan holing
dikelilingi pagar dari kayu. Raja mendiami istana yang bertingkat dua yang
beratapkan daun palma. Raja duduk di atas bangku yang terbuat dari gading.
Mempergunakan juga tikar yang terbuat dari kulit bambu. Dicatat juga bahwa
holing memiliki bukit yang di sebut
Lang-pi-ya, yang sering dikunjungi raja untuk melihat laut. (proyek
penelitian dan pencatatan kebudayaan daerah 1978:50)
Mengenai
kerajaan holing terdapat sumber lain selain dari sumber kronik dari dinasti
tang, seorang pendeta budha bernama I-Tsing , menyatakan bahwa dalam 664 M
telah dating seorang pedeta bernama Hwi-Ning di holing, dan tinggal disitu
selama 3 tahun. Dengan bantuan pendeta holing, Inanabhadra, ia menerjemahkan
berbagai kitab suci agama budha hinayana. (Soekmono, 1973:37)
C.
LETAK KERAJAAN HOLING
Ada dua sumber
cina yang berasal dari dinasti T’ang memberikan arahan tentang kerajaan holing,
kedua versi tersebut yaitu berita cina Ch’iu-tang dan H’sin T’ang shu. Kedua
versi berikut memberikan tentang holing sebagai berikut: “Ho-ling yang juga
disebut She-po’o terletak di lautan selatan. Sebelah timurnya terletak di
P’o-li dan disebelah baratnya terletak to-p’o-teng. Disebelah selatannya ialah
lautan dan disebelah utaranya ialah Chen-la” (Marwati dan Nugroho, 1984:93).
Dalam
berita-berita tionghoa dari zaman pemerintahan raja-raja T’ang (618-906 M) ada
disebut nama kerajaan kalingga atau holing. Letaknya di jawa tengah. Tanahnya
sangat kaya, dan di situ pula ada sumber air asin. Serta rakyatnya hidup makmur
dan tentram. (Soemono 1973:36)
Sumber lain menyebutkan sebuah
analisa berdasarkan sumber cina. Prof. NJ. Kroom berpendapat bahwa pada akhir
abad ke VII ada sebuah ratu yang memegang tampuk pemerintahan. Prof. NJ. Kroom
menunjuk bahwa letak kerajaan holing berlokasi di jawa tengah. Jika memadukan
pendapat Prof. NJ. Kroom dan kronik dari dinasti tang yang menyebut bukit
Lang-pi-ya untuk melihat laut, maka besar kemungkinan holing berada disekitar
pesisir atau di jawa tengah bagian pesisir utara. Penyelidikan DRS. Pitono
menyimpulkan bahwa kerajaan holing kemungkinan terletak antara
pudakpayung-salatiga. (proyek penelitian dan pencatatan kebudayaan daerah 1978:51.
Tentang
Lang-pi-ya disebutkan oleh penulis Hsin-tang-su, bahwa disana apabila pada
pertengahan musim panas orang mendirikan gnomon setinggi 8 kaki, bayangannya
akan jatuh disebelah selatannya dan panjangnya dua kaki empat inci. Berdasarkan
panjang bayangan yang jatuh dari tingginya gnomon tersebut, bisa dihitung bahwa
letak holing berada pada 6® 8’ LU. Dilihat dari perkiraan tersebut, dapat diambil
kesimpulan bahwa letak kerajaan holing tidak di jawa. Akan tetapi penulis
Hsin-tang-su tersebut telah membuat dua kekeliruan. Pertama, semestinya
penghitungan bayangan dilakukan pada pertengahan musim dingin. Kedua, jatuhnya
bayangan ada di sebelah utaranya. Jika pembenaran ini bisa diterima, maka letak
holing berada di 6® 8’ LS, jadi di pantai utara pulau jawa. Koreksi tersebut
sesuai dengan lokalisasi Lang-pi-ya yang terletak di desa krapyak dekat gunung
lasem. (Marwati & Nugroho 1984:95)
D.
SILSILAH RAJA ATAU RATU
1. Ratu
Shimo (pemerintahan)
Pada 674-675 M
(tepatnya tahun 674 M) rakyat holing memilih dan mengangkat seorang ratu
bernama Si-mo. Konon ratu itu memerintah dengan sangat kerasnya, namun
bijaksana. Sehingga holing menjadi Negara yang aman. Pemerintahan ratu shimo
ditandai oleh terlaksananya pemerintahan dengan segala disiplin tinggi.
Pertauran ditegakkan dengan sebenar-benarnya. Ada sebuah kisah yang
menceritakan tentang ketat dan disiplinnya pemerintahan dikerajaan holing. Ada
seorang raja yang bermaksud untuk menyerang holing. Dia terlebih duu mencoba
mengamati situasi kerajaan holing dengan cara meletakkan pundi-pundi uang emas
ditengah jalan. Konon warga holing terkenal dengan kejujurannya, bahkan
barang-barang yang terjatuh tidak ada yang berani untuk mengambilnya. Raja
tersebut bernama Ta-shih. Selama 3 tahun barang tersebut aman dijalan dan secara
tidak sengaja putra mahkota menginjak barang tersebut. Maka ratu memerintahkan
untuk menghukum mati putra mahkota, tetapi para menteri mohon ampun padanya dan
keputusan diubah dengan memotong kakinya, karena kakinya yang bersalah. Tak
berhenti sampai disitu saja, para mentri juga memohon ampun lagi sehingga hanya
jari-jari kakinya saja yang dipotong. Mengetahui hal itu raja Ta-shih
mengurungkan niatnya untuk menyerang kerajaan holing. Raja tinggal di kota
She-po’o. tetapi leluhurnya yang bernama ki-yen telah memindahkan pusat
kerajaannya ketimur. Kekota p’o-lu-chia-ssu. Disekeliling she-po’o terdapat 28
kerajaan kecil yang tunduk pada she-po’o. menurut berita dari
ying-huan-tche-lio, perpindahan tersebut terjadi pada masa t’ien pao tahun
742-775 M. (Marwati & Nugroho 1984:95)
E.
MASA KEJAYAAN
Pada tahun 674
M, kerajaan kalingga atau holing diperintah oleh seorang raja putri yng bernama
ratu sima. Ratu sima merupakan raja yang terkenal dipemerintahan kerajaan
holing. Dibawah kekuasaan ratu shima ini, kerajaan kalingga/holing mengalami
masa kejayaan. Pada saat itu, semua rakyat hidup tentram dan makmur. Mereka
tunduk dan patuh terhadap segala perintah ratu sima, bahkan tidak ada seorang
pun atau bahkan pejabat kerajaan yang berani melanggarnya.
Pada suatu
hari, ada seorang raja yang sangat penasaran dengan kejujuran rakyat holing.
Raja itu bernama raja tache. Ia berkeinginan untuk menguji kejujuran rakyat
holing. Untuk membuktikannya, raja tache mengirimkan utusan ke holing. Utusan
tersebut diperintahkan untuk meletakkan pundi-[undi emas secara diam-diam
ditengah jalan dekat keramaian pasar. Tetapi tidak ada seorang pun yang berani
menyentuh pundi-pundi emas tersebut selama 3 tahun lamanya. Namanu, pada suatu
hari sang putera mahkota sedang berjalan-jalan melewati pasar tersebut. Ketika
sedang berjalan, kaki putera mahkota tidak sengaja menyenggol pundi-pundi emas.
Salah seorang warga melihat kejadia itu dan ia melaporkan kepada pemerintah
kerajaan. Lapiran tersebut terdengar oleh ratu sima. Ia langsung memerintahkan kepada hakim untuk
membeunuh anaknya sendiri. Ratu sima menganggap kejadian itu sebagai tindakan
kejahatan pencurian. Beberapa patih kerajaan tidak setuju dengan keputusan yang
diambil ratu sima. Mereka mengajukan pembelaan untuk putera mahkota kepada ratu
sima. Mereka memita agar putera mahkota tidak dibunuh, melainkan hanya dipotong
kakinya saja. Pembelaan patih kerajaan dietujui oleh ratu sima. Oleh karena
itu, untuk menebus kesalahan kaki putera mahkota dipotong.
F.
MASA KERUNTUHAN
Keruntuhan
kerajaan holing teradi pada tahun 752, Karena kerajaan holing menjadi wilauah
taklukan sriwijaya di karenakan kerajaan ini menjadi bagian jaringan peragangan
hindu, bersama malayu dan tarumanagara yang sebelumnya telah ditaklukan
sriwijaya. Ketiga kerajaan tersebut menjadi pesaing kuat jaringan
perdagangan sriwijaya-buddha.
G.
MATA PENCAHARIAN
Kerajaan holing
mempunyai hasil bumi berupa kulit penyu, emas dan perak, cula badak dsn gading.
Ada sebuah gua yang selalu mengeluarkan air garam yang disebut sebagai bledug.
Penduduk menghasilkan garam dengan memanfaatkan sumber air garam yang disebut
sebagai bledug tersebut.
H.
KEAGAMAAN
Salah satu sumber yag berbicara
tentang keagamaan kerajaan holing adalah sumber cina yang berasal dari catatan
perjalanan I-Tsing, seorang pendeta agama budha dari cina dan kronik dinasti
sung. Dikatakan bahwa pada 664-667 M, pendeta budha cina bernama Hwu-Ning
dengan pembantunya Yun-ki.
TERIMAKASIH atas kunjungannyaaaaaaaaa=))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar